EDUKASI DAN LATIHAN KESEIMBANGAN PADA LANSIA UNTUK MENCEGAH JATUH DI POSYANDU BAROKAH
DOI:
https://doi.org/10.52741/abdimas.v3i2.129Abstrak
Sebagai kelompok rentan lansia menghargai kemandirian mereka dan jatuh dapat sangat signifikan membatasi kemampuan mereka untuk tetap mandiri Lebih dari sepertiga orang berusia diatas 65 tahun jatuh setiap tahun dan lansia yang pernah jatuh satu kali berpotensi mengalami kejadian yang sama. Kejadian jatuh pada lansia merupakan salah satu masalah kesehatan yang sering dialami oleh lansia sebagai kelompok rentan, hal ini berkaitan dengan perubahan pada sistem neuromuscular sehingga dapat menyebabkan penurunan kekuatan otot dan gangguan keseimbangan. Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberikan pemahaman mengenai risiko jatuh yang dapat terjadi pada lansia dan meningkatkan keterampilan lansia dalam mencegah jatuh melalui latihan keseimbangan.
Sebelum kegiatan edukasi dimulai, dilakukan skrining risiko jatuh dengan instrument TUGT dan hasilnya mayoritas lansia dalam kategori risiko jatuh rendah dengan nilai rerata TUGT 9,4 detik (<10 detik). Kegiatan dilanjutkan dengan pemberian edukasi tentang risiko dan pencegahan jatuh dilakukan dengan metode ceramah dilengkapi media booklet. Sementara latihan keseimbangan diajarkan dengan metode demonstrasi. Kegiatan ini melibatkan 23 lansia. Sebelum pemberian edukasi rerata nilai pretest yang didapatkan dari 23 lansia sebesar 71,9%, sementara setelah diberikan edukasi terjadi peningkatan nilai posttest menjadi 94%. Hasil observasi yang dilakukan saat latihan keseimbangan sebanyak 5 lansia (21,7 %) mengalami kesulitan dalam melakukan gerakan berjalan menyilang dan berjalan dengan tumit serta jari seperti tidak stabil dan rasa sempoyongan. Walaupun hasil skrining risiko jatuh cenderung rendah, latihan keseimbangan perlu dilakukan secara rutin oleh lansia agar pencegahan jatuh dapat dilakukan sejak dini.


